Strategi Menembus Kultur Lokal
Hal yang paling menakjubkan dari Islam
ialah kemampuan untuk menembus dan beradaptasi dengan lapis-pais kultur lokal.
Sulit dibayangkan Islam yang sarat dengan ajaran universal bisa begitu cepat
eksis menjadi "tuan rumah" di tengah pluralitas kearifan lokal. Dalam
waktu relative sangat singkat Islam sudah menembus batas-batas geografis di
kawasan Timur-Tengah. Begitu kuatnya pengaruh Islam, dalam waktu singkat bisa
menggantikan posisi Bahasa Ibu dari non-Arab menjadi Bahasa Arab. Contoh
kongkrit Mesir dan negeri muslim lainnya di Kawasan Afrika.
Misteri kekuatan
adaptasi Islam ini diungkap secara sangat indah oleh S.H. Nasser dalam Ideal
and Realities of Islam. Ia melukiskan adaptasi dan sinkronisasi antara
nilai-nilai Islam yang bersifat universal dan budaya dan peradaban local dalam
lintasan sejarah peradaban dunia Islam. Satu sama lain tidak saling
mengorbankan tetapi saling mengisi dan sangat menguntungkan untuk dunia
kemanusiaan. Menurutnya, antara keduanya tidak perlu dihadap-hadapkan karena
nilai-nilai universal Islam bersifat terbuka, dalam arti fleksibel dan dapat
mengakomodir berbagai nilai-nilai lokal. Bukti keterbukaan itu, Islam dapat
diterima dari Timbektu, ujung barat Afrika sampai Merauke, ujung Timur Indonesia.
Islam adalah sebuah
ajaran yang membawa peradaban kemanusiaan. Disebut apasaja peradaban itu asal
sejalan dengan nilai-nilai universal, atau yang biasa juga disebut ajaran dasar
islam, dapat diterima sebagai peradaban Islam. Mungkin memang pada awalnya ada
suatu masa penyesuaian tetapi masa itu tidak perlu terlalu lama karena esensi
nilai-nilai Islam sejalan dengan asas kemanusiaan. Tidak heran jika Islam yang
dibawa oleh Nabi Muhammad Saw dapat menyaksikan sendiri ajaran agama yang
dibawanya menyebar ke berbagai penjuru dunia.
Peran proaktif Nabi
Muhammad Saw sebagai the best leader dan the best manager bukan sangat
menentukan. Ia membangun dari nol dengan tetap melestarikan yang sudah baik dan
mengembangkan yang masih sederhana, dan mengkreasikan sesuatu yang belum ada.
Ini dipertegas dalam hadis Nabi: Innama bu'itstu li utammi makarim al-akhlaq
(Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mumulia). Tamma berarti
menyempurnakan yang sudah ada dan akhlak ialah sebuah kroasi yang positif,
apakah itu berupa benda atau non benda. Dengan demikian, nilai-nilai local
tidak perlu terancam dengan kehadiran Islam. Kearifan local sesungguhnya juga
adalah kearifan Islam. Dalam Islam, tidak mempertentangkan antara kearifan
lokal dan nilai-nilai universal, yang penting untuk mengabdi kepada kepentingan
kemanusiaan.
Ketegangan konseptual terjadi mana kala nilai-nilai universal difahami secara kaku di satu sisih, sementara di sisih lain berhadapan dengan fanatisme buta penganut nilai-nilai lokal. Pemandangan seperti ini sering terjadi tetapi biasanya dapat diselesaikan dengan kearifan tokoh penganjur kedua belah pihak. Titik temu atau jalan tengah biasanya diambil melalui persepakatan adat-istiadat setempat. Dalam Islam hal ini dimungkinkan karena penerapan nilai-nilai Islam tidak serta-merta harus dilakukan sekaligus. Tuhan Yang Maha Kuasa pun memberi waktu 23 tahun untuk turunnya keseluruhan ayat Al-Quran. Penerapan nilai-nilai Islam dikenal perinsip tadarruj, yaitu penerapan nilai-nilai secara berangsur, tahap demi tahap. Selain itu juga dikenal dengan sedikit demi sedikit (taqlil al-taklif) hingga pada saatnya menjelma menjadi nilai-nilai yang utuh. Keutuhan nilai-nilai universalitas Islam dicapai melalui sinergi antara nilai-nilai local dengan ajaran dasar Islam. Dengan demikian, Islam dirasakan sebagai kelanjutan sebuah tradisi yang sudah mapan di dalam masyarakat. Bukannya menghadirkan sesuatu yang serba baru melalui penyingkiran nilai-nilai lokal. Bisa dibayangkan, bagaimana nilai-nilai local Minangkabau yang matriarchal bisa menyatu dengan nilai-nilai Islam yang cenderung patriarchal. Penyatuan kedua system budaya ini ternyata melahirkan sintersa kebudayaan yang indah, yang sering dilukiskan sebagai: Adat bersendi Syara' Syara' bersendi Kitabullah.
Sumber : detik.com
Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia























