Aliran Karramiya dalam Ilmu Teologi Islam

Kita telah melihat di bab-bab sebelumnya bagaimana masing-masing mazhab teologi berusaha memantapkan kakinya dan menegaskan keberadaan hukumnya di lingkungan Islam melalui teks-teks agama dan beberapa hadits kenabian - dan kita juga melihat bagaimana Islam dirundung beberapa unsur yang tidak dapat menyakitinya saat mereka berada di luarnya, jadi mereka menyerah padanya, dia berusaha menghancurkannya dan membunuhnya dari dalam. Ini bukan intinya, melainkan kami telah menunjukkan bahwa budaya pembicara memiliki peran utama dalam menentukan jalur atau arah sektariannya.


Di sini Anda akan menemukan contoh nyata di mana beberapa faktor ini (dan lainnya) terwakili dengan baik. Hal ini karena mazhab Karamiyyah memiliki karakter khusus dan memang memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri yang membedakannya dengan mazhab lainnya. Dan jika sebagian mazhab teologi telah memahami teks agama, kadang-kadang, dengan cara yang tidak sesuai dengan semangat keagamaan, maka di sini kita menemukan bahwa Al-Karamiyyah telah melangkah terlalu jauh dalam penafsirannya terhadap beberapa teks agama. Penafsiran ini sulit kita pahami dalam terang orang-orang beragama saja. Karena itu juga harus ditafsirkan dalam terang .


**Ibnu Kiram**


Pendiri aliran Karramiyah adalah orang yang Bernama Ibnu Kiram. Sedangkan nama alirannya adalah Karramiyah. Kelompok Karramiyah ada 7: 

1. Al-ishaqiyah. 

pendirinya adalah Abi Ishaq bin al-Naisaburi. Dia adalah orang yang zuhud, bertakwa, dan wara’ (hati-hati dalam urusan agama). Seorang yang ahli argument. Dia juga berhasil mengislamkan lima ratus ribu orang. Dan penerus aliran ishaqiyah ini adalah anaknya yang Bernama Abu Bakar yang meninggal seitar tahun 410 hijriyah.

2. Al-hishomiyah

pendirinya adalah Abdullah bin Haisham.

3. Al muhajiriyah. Tokohnya Ibrahim bin Muhajir 

4. Al-‘abidiyah. Tokohnya adalah sahabat Utsman al-Abid

5. Al-zariniyah. Tidak jelas tokohnya.

6. Al-hayyadiyah. Tokohnya Ansor hayyad

7. Al-tauniyah. Tokohnya Ahmad Al-Tauni


**Madzhab ** 


Pemikiran golongan Karramiya adalah golongan yang menganggap Allah wujudnya sama dengan makhluk (tajsim). Maka dengan jelas apa yang menjadi pemikirannya sangat bertentangan dengan ahlussunnah wal jama’ah yang membedakan sifat Allah berbeda dengan makhluknya (mukholafatu lil hawadisti). Sehingga keyakinan yang mereka miliki tidak perlu kita mengikutinya. Di sisi lain kita perlu mengenal mereka agar pemahaman yang kita miliki lebih kuat. Juga untuk menjaga akidah kita dari keyakina yang melenceng.


**Pendapat Karramiyah tentang Soal Imamah (Kepemimpinan)**


Adapun gagasan Imamah, al-Karamiyyah mengizinkan dua imam/presiden sekaligus dalam satu kepemimpinan, meskipun sedang terjadi pertengkaran dan keduanya terlibat dalam pertempuran perebutan negara. Ibn Karam menunjukkan dalam beberapa bukunya bahwa Ali dan Muawiyah adalah imam pada satu waktu.  Pengikut masing-masing harus menaati pemimpin kelompok yang lain, meskipun salah satu dari mereka adil (Ali) dan yang satu lalim (Muawiyah).  Pengikut karramiyah berkata: sesungguhnya Ali adalah pemimpin yang mengikuti sunnah, dan Muawiyah adalah pemimpin yang bertentangan dengan sunnah, maka mereka wajib bagi mengikuti keduanya (Lihat referensi kitab al-farqu bayna al-firaq halaman 223)


Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh Al-Karamiyyah, seperti yang dijelaskan dalam catatan ini. Mereka bersimpati kepada Ali dan percaya padanya dan haknya untuk Imamah karena dia layak mendapatkannya. Namun, pada saat yang sama, mereka juga mengizinkan imamah Mu'awiyah, meskipun menurut mereka dia mengikuti jalan selain Sunnah. 

Di sini kita menemukan kontradiksi yang keterlaluan di Al-Karamiyyah. Kontradiksi ini tidak dapat diselesaikan kecuali kita mengatakan bahwa pendapat ini bukanlah pendapat seluruh mazhab Karami, melainkan pendapat sebagian sektenya. Atau bisa diselesaikan dengan cara lain. 

Dengan mengatakan: Pendapat ini asing bagi Karamiyya, dan bahwa sekte lain telah berbicara tentang apa yang tidak mereka katakan. Terakhir, ada kemungkinan kuat bahwa para ahli sejarah telah salah mengartikan ucapan Al-Karamia dalam hal ini, dan kemudian mereka salah paham.


Beginilah pemaparan singkat mengenai aliran Karrimyah. Salah satu aliran yang menyimpang dari ahlussunah wal jamaah. Memang harus diakui artikel ini masih belum menyentuh inti namun setidaknya ini adalah awal. Dalam kesempatan lain, penulis akan berusaha merampungkan catatan tentang aliran Karramiyah. Semoga.

Sumber: Buku Ilmu al-kalam wa madarisuhu. 


NB: Untuk Admin Seword, mohon ijin ya. Nanti kalau tidak berkenan dalam 2 hari saya hapus artikelnya.

Artikel ini di susun untuk memenuhi tugas ujian akhir semester (UAS) mata kuliah Ilmu Teologi Islam Klasik dan Kontemporer yang diampu oleh Dr. Mulawarman Hannase.


Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia


Bagikan :
Penulis
Foto User
ABDULLAH MUIS

(abdullahmuis1@gmail.com)

Ad