Resensi Buku Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI - XXI

Identitas Buku

Judul : Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI - XXI 

Pengarang : Dr. Hasani Ahmad Said, M.A.

Editor : Aep Syaiful Hamidin

Penerbitan : Bandung; Penerbit Manggu

ISBN : 978-623-7715-18-4

Kategori : Buku Keislaman

Subjek : Non Fiksi Indonesia

Bahasa : Indonesia

Edisi : Cet. 1

Tahun Terbit : 2020

Harga Buku : Rp 70.000,-


[Deskripsi Fisik]

Tebal Halaman : 216  hlm

Ukuran Buku : 14.5 x 20.5 cm

Berat Buku : 220 gr

Ukuran : A5

Kertas : Bookpaper



Sinopsis Buku

Buku Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI-XXI ini membahas mengenai potret literatur tafsir nusantara, membumikan tafsir nusantara, jaringan ulama tafsir nusantara dari abad XVI-XXI, dan jaringan ulama tafsir serta pembaruan pemikiran tafsir di nusantara abad XVI-XXI.

Potret literatur tafsir nusantara membahas seputar Islam dan khazanah tafsir nusantara, literatur tafsir nusantara dalam diskursus akademik, jejak tafsir nusantara, Islam nusantara dan tafsir nusantara, serta potret metodologi yang dipakai dalam tafsir nusantara. 

Sebagai upaya membumikan tafsir nusantara, sejak pra – kemerdekaan, Islam sudah menunjukkan wajah beraneka ragam dan memunculkan banyak nama seperti: Islam abangan, islam puritan, islam skiptualis, islam subtantif, islam literal, islam ekstrim, islam militan, islam tradisionalis, islam modernis, termasuk islam nusantara yang sempat diperdebatkan keberadaannya.

Jaringan ulama tafsir yang mengakar kuat di Nusantara, baik di Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand dan di selatan Pilipina sudah banyak ditemukan dalam berbagai literatur, jaringan ulama dalam tulisan ini lebih baik menitik beratkan pada ulama tafsir Nusantara jejaknya dapat ditelusuri.

Pembaruan pemikiran tafsir nusantara merangkum pembaharuan ulama tafsir di Indonesia berdasarkan keberadaan kitab turjuman al-mustafid karya syaikh abdurrauf ibn Ali al-Fanshuri al-Jawi, Kitab Mar’ah Labid li Kasyf Ma’na al-Qur’an al-Majid karya al-‘Allamah al-syaikh Muhammad bin Umar Nawawi, Tafsir al-Qur’an al-Karim karya Mahmud Yunus, Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka, dan Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab. Dijelaskan pula mengenai pembaruan ulama tafsir di Malaysia, pembaruan ulama tafsir di Thailand, Pembaruan ulama tafsir di Singapura dan Pembaruan ulama tafsir di Brunei Darussalam. 

Keunggulan Buku

Cover buku Jaringan dan Pembaharuan Ulama Tafsir Nusantara Abad XVI - XXI ini cukup menarik dengan gambar para tokoh Ulama tafsir Nusantara yang dibahas pada buku tersebut. Visual dari cover bukunya pun menambah rasa penasaran untuk segera membacanya dengan tuntas. Sistematika penyusunan bab dalam buku ini juga tertata  rapi sesuai sehingga mempermudah dalam mencari materi  bahasan yang diinginkan Buku ini bisa menjadi referensi pendamping bagi para Mahasiswa dalam mengkaji mata kuliah Literatur Tafsir di Perguruan Tinggi Keagamaan. 

Kelemahan Buku

Tidak adanya visualisasi dalam buku sehingga terkesan monoton dan full teks. Kertas yang dipakai dalam percetakan buku ini adalah bookpaper yang menurut saya kurang sesuai walaupun lebih ringan, tetapi rentan robek dan tembustinta atau stabilo ketika ada beberapa bagian di dalam buku yang ditandai karen dirasa penting. 


Resensi ini dibuat untuk memenuhi Tugas UTS Mata Kuliah I’jaz Al-Qur’an Nama : Aura Barerotul Candra Kirana NIM : 11210340000134 Kelas : I’Jaz Qur’an 3E Dosen Pengampu : Dr. Hasani Ahmad Said, M.A.





Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia


Bagikan :
Penulis
Foto User
Aura BCK

(aurabck21@gmail.com)

Ad