Menyatukan Irano-Semit dan Afro-Erasia
Kekuatan nilai reformasi yang melekat di dalam Islam, ajarannya mampu
menembus dan menyatukan dua kekuatan peradaban, yang oleh Marshall G.S. Hodgson
dalam The Venture of Islami diistilahkan dengan Irano-Semit di Timur dan
Afro-Erasia di Barat. Jazirah Arab juga berada di antara dua kekuatan negara
adidaya yang selama ini berhadap-hadapan satu sama lain, yaitu Romawi-Bizantium
yang ada di Barat dan berpusat di Istambul dan Sasania-Persia yang ada di Timur
dan berpusat di Kawasan Iraan sekarang. Sementara kedua negara adidaya ini
sibuk memerebutkan pengaruh, yang terkadang diwujudka dalam bentuk perang
terbuka, pada saat itu Sang Tokoh Pembahari, Nabi Muhammad Saw lahir dan
mengembangkan ajaran Islam yang baru diterimanya. Ia dengan piawai mengembang
misi Islam di tengah kekuatan geopolitik yang sudah lama mapan.
Posisi jazirah Arab saat itu tidak pernah secara langsung
bersentuhan dengan central power kedua negara adidaya itu karena Kawasan ini
samasekali tidak dihitung sebagai Kawasan yang memiliki potensi secara ekonomi.
Bentangan luas ini hanya diisi oleh kabilah-kabilah tradisional yang amat
priwitif, kecuali ada kantong-kantong tertentu yang memiliki mata air local
(wadi/oasis). Kantong-kantong ini juga tidak efektif dan tidak efisien untuk
diperebutkan karena cost ekonominya sangat tinggi, karena selain jauh, terlalu
luas, dan wilayahnya gersang, juga penduduknya terkebelakang (badawa/tribal).
Justru di wilayah yang tidak pernah diperhitungkan ini lahir seorang tokoh luar
biasa itu mampu menundukkan kedua pusat peradaban dan negeri adidaya dalam
tempo yang relatif singkat. Meskipun berbeda kawasan dan latar belakang budaya,
keduanya memiliki peradaban yang maju. Keduanya masing-masing memilki kawasan
subur untuk pertanian dan peternakan, meskipun tidak secara keseluruhan.
Keduanya juga masing-masing mengembangkan tradisi perdagangan antar negeri.
Corak perkotaan dan cikal-bakal civil society menjadi ciri khas kedua negeri
ini. Produk-pruduk andalan dan kerajinan masing-masing wilayah dipasarkan
melalui tradisi perdagangan, baik melalui laut maupun melalui daratan.
Perkembangan kebudayaan dan peradaban kedua kawasan ini ikut membentuk wawasan
Nabi Muhammad sebagai seorang anak muda-cerdas yang pernah melang-lang buana
membawa barang dagangan bosnya, Siti Khadijah, yang kemudian menjadi isterinya.
Tidak heran ketika Nabi Muhammad Saw diamanati menjadi pemimpin Madina dengan
mudah mengadakan hubungan diplomatic dan ekonomi dengan negri-negri
tetangganya. Surat-menyurat dan utusan misi-misi khusus yang dikirim Nabi ke
berbagai pusat kerajaan dan pemerintahan dianggap salahsatu factor yang
mendatangkan benefit, baik dalam kapasitasnya sebagai pemimpin politik di di
Madinah/negeri muslim maupun sebagai pemimpin spiritual (Islam).
Akar historis tradisi budaya dan peradaban Irano-Semit di Timur dan
Afro-Erasia di Barat diakomodasi di dalam kepemimpinan Nabi. Pengiriman misi
dagang, misi ilmu pengetahuan, misi politik, dan misi agama ke berbagai negara
dilakukan untuk memperkaya sumber daya manusia yang handal dan kompetitif.
Sahabat-sahabat dekatnya di Madinah belakangan menjadi gubernur atau kepala
pemerintahan di daerah yang baru diambil alih, misalnya Muawiyyah diangkat
menjadi Gubernur di Syiria, termasuk wilayahnya adalah Yordania. Amru bin Ash
diangkat menjadi Gubernur Mesir. Musa Al-Asy'ari diangkat menjadi Gubernur Kufah.
Mu'adz bin Jabal diangkat menjadi Gubernur Yaman. Abu Hurairah diangkat menjadi
Gubernur Bahrain. Akulturasi dan enkulturasi budaya dan peradaban Irano-Semit
dan Afro-Erasia menjadi salahsatu factor kekuatan budaya dan peradaban Islam.
Namun Islam tidak semata-mata meng-copy-paste peradaban tersebut melainkan
Islam tetap menampilkan orisinalitasnya yang bercorak kosmologi teomorfis.
Orisinalitas peradaban Islam, sebagaimana yang akan dipaparkan dalam
artikel-artikel mendatang, jelas sangat berbeda dengan produk-produk sebelumnya.
Sumber : detik.com
Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia






















