Karakter Khusus Nilai Universal Islam: Pengembangan Dunia Medis
Dunia Islamlah yang paling pertama memperkenalkan pentingnya ilmu
kesehatan masyarakat. Menurut Prof. Osman Bakar, kontribusi kemanusiaan paling
besar dunia Islam ialah pengembangan dunia medis. Hal yang sama juga diakui
oleh Bammate dalam bukunya: Muslim Contribution to Civilization, sebagaimana
dikutip Husain Haryanto, yang mengatakan para dokter muslim memainkan peran di
dalam sains medis di dunia barat. Sama yang dikatakan oleh Thomas Goldstein
bahwa dari para ilmuan muslim pertama kali dunia Barat mengenal system
perawatan medis yang telah berkembang tinggi.
Semangat para ilmuan muslim mengembangkan dunia medis terutama
dipicu oleh Nabi Muhammad saw sendiri yang telah menegaskan: "Setiap
penyakit pasti ada obatnya" (li kulli dain dawa'). Selain memberikan
motifasi intelektual, Nabi juga aktif mengembangkan dan sekaligus mencontohkan
pola hidup yang hygiene, misalnya melarang membuang kotoran pada sumber air,
baik yang tergenang maupun yang mengalir, melarang meludah di sembarang tempat,
menekankan bahwa kebersihan separoh dari iman, Nabi selalu mencuci tangan
sebelum makan, makan dengan tangan kanan dan membersihkan kotoran dengan tangan
kiri, menyerukan untuk selalu memotong dan membersihkan kuku, menganjurkan sekaligus
mencontohkan untuk selalu membersihkan gigi, rambut, dan merapikan kumis dan
jenggot, menganjurkan untuk rajin mandi, terutama dalam kondisi-kondisi
tertentu, seperti pasca janabah (selesai berhubungan suami isteri, bermimpi basah, atau selesai
menjalani menstruasi bagi perempuan), menjelang shalat Jumat atau sholat 'Id.
Dalam mengkonsumsi makanan, Nabi mengingatkan agar makan pada saat lapar
berhenti sebelum kenyang, tidak mubazir, membaca basmalah sebelum makan dan
atau minum, menganjurkan makan berjamaah. Nabi menganjurkan diri untuk berolah
raga, dan menganjurkan anak-anak untuk belajar berenang, menunggang kuda,
memanah, dan memanjat. Nabi menganjurkan bilamana pergi ke masjid pergi dan
pulang dengan jalur yang berbeda, semakin panjang langkah semakin banyak
pahala, artinya juga sekaligus membakar kalori yang menumpuk di badan. Nabi
sendiri pernah menjadi penantang sang juara bertahan gulat tradisional, yakni
Rukanah, di Mekah. Walaupun badan Nabi tidak sebesar Rukanah tetapi mampu
menang KO dengan merobohkan Rukanah pada ronde ke tiga.
Dilaporkan oleh banyak sahabatnya bahwa Nabi hampir tidak pernah
sakit. Akhir hayatnya pun hanya menderita penyakit panas badan (deman). Ia
tidak pernah dilaporkan mengeluh kalau sakit. Obat favorit Nabi ialah madu.
Nabi sering mengobati para sahabatnya dengan beberapa ramuan, termasuk di
antaranya jintan, dan buah atau sayur tertentu lainnya.
Dalam
menghadapi penyakit, Nabi memilah-milah jenis penyakit. Jika penyakit itu
berpotensi menular ia meminta agar menghindari bersentuhan langsung dengan sang
pasien. Tetapi jika penyakitnya tidak menular bebas bergaul dengan sang pasien.
Motivasi dan keteladanan Nabi yang seperti tadi membuat sahabat lebih kreatif.
Manusia produktif tentu mereka yang sehat, "Pikiran yang sehat terletak di
dalam tubuh yang sehat" (al-?ql al-salim fi al-jism al-salim).
Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia























