Epistimologi Musa
Dalam surah Al-Kahfi Allah Swt menceritakan dua figur menarik sekaligus mewakili dua sudut pandang epistimologi yang berbeda, yaitu kisah antara Nabi Musa dan Khidhir. Nabi Musa sosok intelektualis yang sangat idealis dan perfect. Upayanya di dalam mencari kebenaran bertekad tidak akan berhenti sebelum menemukan target yang dicari. Target itu ialah pertemuan dua laut (majma' al-bahrain) sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-Kahfi/18:60 (lihat artikel terdahulu). Sayang sekali para ulama tafsir kita menafsirkannya dengan pertemuan antara laut Persia di timur dan laut Romawi di barat. Padahal menurut kalangan mufassir sufistik (isyari), pertemuan dua laut itu ialah lautan keilmuan, karena bahasa Arab Al-Quran sering menggunakan bahasa konotasi di dalam mengungkap sesuatu yang istimewa. Yang dimaksud dalam ayat itu sebenarnya ialah kombinasi antara epistimologi keilmuan dan epistimologi makrifah.
Akhirnya Nabi Musa minta maaf kepada gurunya, tetapi kejadian kedua Nabi Musa masih belum bisa membersihkan diri dari sikap kritis yang sudah tertancap di dalam benaknya. Ia masih mempertanyakan, kenapa anak kecil yang tak berdosa harus dibunuh. Gurunya memberikan peringatan kedua dan Nabi Musa pun secara tulus memohon maaf atas kelancangannya merusak janjinya.
Peristiwa selanjutnya, Nabi Musa sudah mulai pasrah memugar sebuah reruntuhan bangunan tua selama berhari-hari tanpa kenal lelah. Nabi Musa berharap dengan selesainya bangunan ini ia akan diajar lebih intensif di dalamnya. Alangkah kagetnya Nabi Musa setelah bangunan selesai dipugar, sang guru minta agar melanjutkan perjalanan entah ke mana dan meninggalkan bangunan baru itu. Nabi Musa kembali bertanya, untuk apa menghabiskan waktu dan tenaga sekian lama membangun bangunan ini terus ditinggalkan begitu saja. Akhirnya Nabi Musa mendapatkan peringatan ketiga dan terakhir. Ternyata engkau memang belum pantas menjadi murid saya. Kali ini Nabi Musa juga tidak meminta maaf lagi. Ia pasrah dan siap untuk gagal menjadi murid.
Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia






















