Antara Denotatif dan Konotatif
Kata makanan (ath'am) secara denotatif berarti makanan yang diproses untuk memberikan kekenyangan pada perut. Akan tetapi bisa berarti wirid yang memberikan kekenyangan secara spiritual. Makanan yang selalu tersedia di mihrab Maryam yang mengherankan Nabi Zakaria dan menanyakan ini dari mana? Dijawab dari Tuhan. Ada yang mengartikan secara denotatif berupa makanan seperti buah-buahan dan ada yang mengartikan makanan spiritual berupa wirid dan dzikir. Pengertian terakhir ini dimungkinkan karena Maryam dan Nabi Zakariya sama-sama ahli dan praktisi spiritual, bukan jago makan.
Kata timur dan barat secara denotatif berarti mata angin arah timur dan barat yang lebih mengacu kepada tempat. Sedangkan secara konotatif bisa berarti aliran barat yang dicirikan dengan sifat rasional-kritis dan aliran timur yang dicirikan dengan sifat emosional-spiritual. Kata timur sering melambangkan idealisme demokratis dan timur dilambangkan sebagai kekuatan idealisme totaliter, dan lain sebagainya. Sampai sekarang kata timur dan barat sering digunakan secara denotatif dan konotatif.
Kata perjumpaan dua laut (majma' al-bahrain) secara denotatif berati pertemuan dua laut, yaitu lautan Romawi dan lautan Persia, tetapi secara konotatif bisa diartikan pertemuan dua epistimologi keilmuan, yaitu aliran rasional yang mengandalkan kecerdasan logika dan aliran spiritual yang mengandalkan kecerdasan spiritual, sebagaimana dijelaskan dalam artikel terdahulu.
Dengan penjelasan di atas diharapkan kita tidak memutlakkan pendapat kita sebagai satu-satunya kebenaran, karena boleh jadi kita berpihak pada pengertian denotatif, sementara mereka yang berdasar pada pengertian konotatif belum tentu salah. Allahu a'lam.
Sumber : detik.com
Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia























