Hewan Punya Nabi?
"Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan". (Q.S. Fathir/35:24).
Ibn Hazm berpendapat bahwa kata umamum mitslukum (umat-umat seperti kalian juga) ialah komunitas binatang, dan setiap komunitas itu ada nabinya. Ayat di atas juga menegaskan bahwa setiap umat diutus kepada mereka pembawa peringatan (nadzir), yang sering menjadi istilah lain dari nabi. Ada ayat secara eksplisit menyatakan serangga mendapatkan wahyu dari Allah Swt:
Prof Andi Mappatoba, guru besar Universitas Hasanuddin Makassar menyelesaikan disertasinya dengan meneliti lebah madu menyimpulkan bahwa komunitas lebah itu memiliki keistimewaan. Masyarakat lebah dibagi tiga, yaitu lebah pekerja yang tugas sehari-harinya mengumpulkan sari madu dari berbagai kembang, masyarakat pengawal ratu yang bertugas mengamankan ratu dan sarang lebah, dan yang paling tinggi derajat dan kekuasaannya ialah ratu lebah. Ratu lebah usia rata-ratanya juga jauh lebih panjang dari pada lebah pekerja. Tidak dapat diragukan bahwa komunitas hewan juga hamba setia dan selalu bertasbih kepada Allah Swt sebagaimana halnya manusia, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an:
"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka." (Q.S. al-Isra'/17:44).
Kenabian hewan tentu saja tidak sama dengan kenabian manusia. Kenabian hewan tidak memiliki kekuatan legitimasi (hujjah) selain dari kaumnya sendiri. Hanya nabi dari bangsa manusia yang dituntut untuk memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap amanah berat yang diembannya sebagai khalifah. Beratnya amanah ini juga diabadikan dalam Al-Qur'an:
Nabi sebagai salah satu nama dari pemimpin sebuah komunitas, wajar kalau binatang juga mempunyai nabi. Kenabian hewan hanya berlaku bagi komunitasnya. Misalnya komunitas lebah tunduk kepada ratu lebah pimpinannya. Mungkin juga burung-burung yang memiliki banyak spesies juga tunduk kepada pimpinan spesiesnya. Hal yang sama juga terjadi pada serangga lain dan ikan-ikan di laut dan di rawa-rawa.
Sumber: detik.com
Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia






















