Butiran Hikmah Santri PKU-MI (1)

Inspirasi Hikmah yang disampaikan oleh Dr. KH. Akhmad Sodiq, MA. dalam pengajian yang disampaikan secara daring program PKU-MI tepatnya Selasa, 08 Maret 2022.
Ada hal unik yang sebenarnya mengundang tanya untuk ditelisik pada ungkapan (وعلى آله وصحبه). Setidaknya pada setiap kesempatan menyebut Nabi Muhammad Saw., sering kali kita menyertakan menyebut para sahabatnya. Selama ini, termasuk jarang ada yang menggarisbawahi kata wa shahbih ini. Mungkin karena sudah lumrah ditemui dan telah dianggap menjadi sesuatu yang wajar-wajar saja.
Sesungguhnya, pada penggunaan istilah shahbih di sini, apabila dibandingkan dengan sekian istilah yang memiliki kesamaan makna dengannya sangat sarat dengan makna filosofis dalam. Perspektif ilmu tasawuf, cukup dapat membawa kita meresapi tingkat kepekaan dibalik makna kata ini.
Singkatnya secara mudah dapat ditanyakan pada diri kita masing-masing, apakah dimensi sikap dan keteladanan dapat ditularkan dengan instan? Baik itu, melalui paparan ceramah ataupun tablig akbar misalnya. Ternyata ada hal-hal yang tidak cukup efektif untuk bisa ditransmisikan melalui ceramah yang memukau. Tidak selalu mampu terwakili dengan metode penyampaian verbal. Melainkan harus tercermin utuh dalam perilaku dan panutan yang hanya dapat dirasakan kemudian ditiru dan ditransfer melalui jalur shuhbah (membersamai).
Satu hal sepesial yang hanya dimiliki para sahabat Nabi adalah shuhbatunnabiyy (membersamai Nabi). Sehingga apakah mereka semua cakap meriwayatkan pesan-pesan Nabi secara lisan, ternyata tidak semua. Namun apakah mereka mendapatkan gambaran seperti apa sosok Nabi, rasa keakraban dan syahdu bersama Nabi, tentu mereka semua sangat merasakan hal itu dengan sangat mendalam. Gambaran betapa mendalamnya shuhbah para sahabat Nabi, hingga salah satu dari mereka misalnya, Bilal bin Rabah ra., yang notabene dikenal sebagai muazin Nabi tidak berkenan lagi mengumandangkan azan sepeninggal beliau Saw., lantaran tidak sanggup menyadari bahwa Nabi tidak lagi hadir secara fisik bersamanya sebagaimana lumrahnya beliau hadir setiap azan selesai dikumandangkan.
Satu sisi keluarbiasaan pendidikan pondok pesantren di Indonesia, adalah menekankan bentuk transmisi keteladanan melalui shuhbah kepada para Ustaz dan Kiai. Tentu tidak sesempurna shuhbah para Sahabat membersamai Nabi, namun semoga dapat menjadi pelopor pembentukan generasi terbaik masa depan Umat dan Bangsa Indonesia.

Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia


Bagikan :
Penulis
Foto User
Muhammad Amri, Lc., M.Th.I.

(muhammadamrimapk@gmail.com)

Ad