Belajar Etika Politik Dari Ratu Balqis (1)
Keberadaan Ratu Balqis yang dikisahkan panjang
lebar di dalam Al Quran menyisahkan pelajaran politik yang amat penting. Kisah
Ratu Balqis tentu bukan hanya sebagai cerita pengantar tidur tetapi di dalam
cuplikan peristiwanya banyak hal yang menarik untuk dipelajari. Ia sosok tokoh
yang amat fenomenal di dalam Al Quran. Satu-satunya orang yang pernah mendapat
pengakuan dari Tuhan sebagai 'pemilik pemerintahan superpower' (laha 'arsyun
'adhim/27:23) dan negerinya dilukiskan dengan baldatun thayyibah wa Rabbun
gafur atau negoro kang lohjinawi, toto tentrem kerto raharjo, ialah Ratu Balqis.
Apa rahasia kesuksesan
Ratu Balqis sampai diceritakan dengan dua surah dalam Al Quran
(al-Naml dan al-Anbiya')? Mengapa ia mendapatkan pujian manajemen paling tinggi
di dalam Al Quran? Para nabi dan orang bijak lainnya tidak ada yang mendapatkan
predikat seperti itu. Nabi Sulaiman menjadi rival Ratu Balqis tidak mendapatkan
predikat itu, padahal, ia mempunyai kemampuan untuk membangun koalisi dengan
jin dan burung (27:17), kemampuan melakukan mobilitas dengan cepat, karena ia
dapat 'merekayasa angin' (21:81), kemampuan untuk melakukan eksplorasi di dasar
laut (21:82), kemampuan untuk berkomunikasi dengan hewan dan serangga (27:18),
termasuk memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan setan (21:82). Padahal,
Ratu Balqis seorang perempuan dan non Islam karena ia masih menjadi penyembah matahari
(27:24) saat itu.
Meskipun Ratu ia tetap
memberikan kesempatan kepada pembesarnya untuk memberikan saran dan opsi.
Balqis mengajak pembesarnya yang dilukiskan dengan indah di dalam redaksi
AlQuran: "Wahai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusan ini,
aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kalian berada di dalam
majlisku (27:22). Ungkapan simpatik dari Ratu Balqis dijawab dengan santun oleh
para pembesarnya: "Kita memiliki potensi kekuatan dan keberanian, dan
keputusan berada di tanganmu, maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu
perintahkan".
Alangkah indahnya komunikasi politik yang terjalin antara Sang
Ratu dengan para elite politiknya. Sama sekali tidak diceritakan hubungan
negatif antara berbagai pihak di kalangan elite politik. Tidak ada manufer yang
mengarah kepada sikap saling menjatuhkan satu asama lain.
Meskipun ia seorang Ratu, ia selalu memberikan kepercayaan dan otoritas kepada
para pembesar lain untuk menyatakan pendapatnya. Sebaliknya, hak dan kewenangan
itu dimanfatkan dengan baik oleh para pembesar dengan santun. Self of belonging
dari warga masyarakat terhadap negerinya sangat tinggi. Ini kita bisa lihat
dari banyaknya opsi yang diterima Balqis untuk mengantisipasi surat yang
diterima dari Sulaiman. Ini mengisyaratkan bahwa pemimpin yang besar ialah
pemimpin yang memiliki banyak opsi, apalagi opsi-opsi itu dihimpun dari anggota
masyarakat.
Sumber: detik.com
Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia






















