Santri Digitalpreneur Jadikan Santri Sebagai Garda Terdepan Pengembangan Ekonomi Digital

Santri Digitalpreneur Jadikan Santri Sebagai Garda Terdepan Pengembangan Ekonomi Digital

Sebagai puncak program Santri Digitalpreneur 2023, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelengarakan acara "Demoday Santri Digitalpreneur 2023", di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (21/10).

Demoday Santri Digitalpreneur 2023 digelar dalam rangka merayakan Hari Santri Nasional 2023. Kegiatan ini diisi dengan para finalis yang menyajikan beragam produk yang ditawarkan secara online, mulai t’shirt, jasa pembuatan video company profile, hingga advertising, dan digital marketing.


Santri Digitalpreneur bertujuan membentuk santri berkarakter dan berintegritas tinggi untuk kemudian dapat memberdayakan santri untuk bersaing di industri kreatif dan digital, mendorong penciptaan konten kreatif dengan menjunjung tinggi karakter baik dan terpudi (akhlakul karimah).

Melalui program Santri Digitalpreneur, Sandiaga mengharapkan para santri  memiliki kemampuan dan keberanian untuk menjadi seorang wirausaha. "Pemerintah tentu akan sangat terbantu karena targetnya 34 juta UMKM di tahun ini (onboarding ke digital) akan menciptakan 97% lapangan kerja dan diharapkan berkontribusi lebih dari 65% terhadap pertumbuhan ekonomi kita," kata Sandiaga.


Program ini diharapkan mampu mengubah santri menjadi produsen informasi dan literasi, serta menjadi penggerak kebangkitan ekonomi Indonesia di kancah global. "Sekarang kita melihat para santri semua telah menjadi bagian dari ekonomi digital," ungkap Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya, di area Al-Fattah Masjid Istiqlal, Jakarta.

Sandiaga juga mengajak para santri dan muda-mudi Indonesia untuk mengambil peran sebagai pionir dalam perkembangan bangsa. "Inilah kenyataan yang harus kita pahami. Anak muda Indonesia tidak boleh terus hanya menjadi penonton. Kalian harus mampu menjadi garda terdepan karena (menuju) Indonesia Emas yang akan menjadi lokomotifnya adalah santri-santri muda kita," pesannya.

Mengusung konsep "Indonesia Bangkit, Santri Mendunia", Sandiaga menyampaikan, bahwa program ini dikemas dalam format inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. "Semangat Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama), dan Gaspol (garap semua potensi online), Indonesia Bangkit, Santri Mendunia," pesan Menparekraf.

Turut hadir dalam kegiatan ini Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang juga turut memaparkan perkembangan fasilitas terkini Masjid Istiqlal sebagai masjid bersejarah simbol kemerdekaan bangsa Indonesia.


Di antara perkembangan yang disampaikan pasca renovasi ialah program PKU-MI, Terowongan Silaturahmi antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, serta ragam program lainnya yang ditujukan untuk kemaslahatan umat Islam khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya.


Untuk saudara - saudara yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan pesantrenpedia dapat mengirimkan donasinya ke : https://saweria.co/pesantrenpedia


Terima kasih buat saudara - saudara yang telah berpartipasi dalam pengembangan sistem ini !.
Bagikan :
Ad